Friday, 10 April 2015

Keutamaan-Keutamaan Hafal Alquran dan Sumber Dalilnya


      Apakah anda sudah menghafal alquran ? Sudah hafal dengan sendirinya Yaitu surah Al-fatihah, An-nas, Al-Falalq dan Al-ikhlas  ^_^




      lumayan anak kecil juga bisa, mudah bukan? ya sebenarnya memang sangatlah mudah, buktinya anak kecil saja bisa hafal surat Al-fatihah tanpa menghafal, Hal ini karena dia sering mendengar beruang-ulang surat tersebut, sama halnya dengan sebuah syair lagu jika kita mendengar berulang-ulang maka akan hafal dengan sendirinya, jadi marilah kita mulai dari sekarang untuk sering mendengar bunyi lantunan alquran supaya dengan sendirinya kita hafal yang penting adalah niat kita, Menghafal Alquran memiliki beberapa keutamaan, berikut dibawah ini adalah Dalil Keutamaan-keutamaan menghafal alqur-an :

1. Penghafal Al Quran Bersama Para Malaikat Yang Mulia Dan Taat.
“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah ‘Azza wa Jalla.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu:
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih).

3. Memperoleh penghormatan dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.
    Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Qur’an mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur’an-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam :”Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:”Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“Pelajarilah Al Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Qur’an- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada ‘Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).

4. Penghafal Al Qur’an akan memakai mahkota kehormatan.
     Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: : ”Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur’an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).)

5.Dapat membahagiakan kedua orang tua, sebab orang tua yang memiliki anak penghapal Al Qur’an memperoleh pahala khusus.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Buraidah Al Aslami Radiyallahu ‘anhu, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Qur’an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur’an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”. Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Qur’an berkata; “saya adalah kawanmu, Al Qur’an yang membuatmu kehausan
di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur’an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta diatas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Qur’an. “Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil). (diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).) Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an” (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi)“Siapa yang membaca Al Quran,
mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.’”(Riwayat al-Hakim).

6. Akan menempati tingkatan yang tinggi di Surga Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Sisyah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur’an. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Qur’an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagisesudah itu.

7.Penghafal Al Qur’an adalah keluarga Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
   “Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur’an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

8. Menjadi orang yang arif di surga Allah ‘Azza wa Jalla.
   Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam “Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Para pembaca Al Qur’an itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga,”

9. Memperoleh penghormatan dari manusia.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam “Dari Abu Musa Al Asya’ari Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Qur’an tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”

10. Hatinya terbebas dari siksa Allah ‘Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam
    ” Dari Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam Baginda bersabda: ” bacalah Al Qur’an kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur’an. Sesungguhanya Al Qur’an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur’an maka hendaklah ia bergembira.”

11. Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam :
   “Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam beliau bersabda; “yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafalan) Al Qur’an.”

12. Disayangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
     “Dari Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu Bahawa Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya, “dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Qur’an?” apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.”

13. Dapat memberi syafa’at kepada keluarga.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
    “Dari Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu: “Barangsiapa membaca Al Qur’an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.”

14. Merupakan bekal-bekal yang terbaik.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
     “Dari Jabir bin Nufair, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Qur’an. Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, semoga setelah menyimak beberapa keutamaan menghafal Al Qur’an tadi antum sekalian sudah memberanikan diri untuk Bersumpah bagi diri kita masing-masing bahwa DEMI ALLAH selama kita masih diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, maka selama itu pula kita akan terus berupaya untuk menghafalkan kitab termulia tersebut yakni Al Qur’an meski sedikit demi sedikit.

15. Seorang Hafizh Al Quran Adalah Orang Yang Mendapatkan Tasyrif Nabawi (Penghargaan Khusus Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam)
     Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat penghafal Al Quran adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Quran. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, ‘Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.’” (Riwayat Bukhari)

16. Hafizh Qur’an Adalah Keluarga Allah Yang Berada Di atas Bumi
     “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” para sahabat bertanya, ‘Siapakah mereka ya Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Para ahli Al Quran. Mereka lah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.”‘ (Riwayat Ahmad)

17. Menghormati Seorang Hafizh Al Quran Berarti Mengagungkan Allah
    “Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Quran yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan penguasa yang adil.”(Riwayat Abu Daud)

18. Al Quran Akan Menjadi Penolong (syafa’at) Bagi Penghafalnya.
      Dari Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah olehmu Al Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).” (Riwayat Muslim)


Demikian, dalil mengenai anjuran menghafal alquran, semoga bermanfaaat!
"Postingan ini Saya Buat Setelah Beberapa HAi Yang Lalau Mendapat Inspirasi Yang Luarr Biasa Dari Murrabi saya, Semoga Bermanfaat untuk Yang Membaca.

Website Reference:
http://www.masuk-islam.com/18-keutamaan-keutamaan-hafal-alquran-dan-dalilnya.html

Thursday, 9 April 2015

 Tujuh sunnah Nabi SAW:


1 . Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin hampir dengan Allah.

2 .Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.

3 .Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

4 .Jaga sholat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

5 .Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.

6 .Jaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

7 .Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.







4 golongan lelaki yang di tarik masuk ke neraka oleh wanita.
 


      Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka adalah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya tidak pernah putus, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.

3. Kakak kakaknya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga muruah wanita jatuh ke bahu kakak kakaknyanya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiarkan melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya dari dalam neraka

4. Anak-anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram di sisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata-ngatai dan sebagainya…maka anak itu akan ditanya dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak…. dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.



SEMOGA BERMANFAAT:
Jazakallah Kepada Akhi Arryengggo (Jur. Tek, mesin) *Yang Sudah Rela berbagi


Tuesday, 7 April 2015


Aku.., Takut Menikah Karena Belum….!!



1. Belum Bekerja
Inilah masalah klasik seputar menikah, terutama bagi pihak pemuda. Ketika sudah merasa cocok dengan seorang muslimah, dan jika ditunda-tunda bisa berakibat buruk, ternyata si Pemuda belum punya pekerjaan untuk menghidupi keluarga kelak. “mau dikasih makan apa anak dan istri kamu, dikasih cinta doang ?!?”
Begitulah perkataan sinis yang senantiasa terngiang-ngiang ditelinganya.Seorang laki-laki memang merupakan tulang punggung dalam sebuah keluarga. Menghidupi seluruh anggota keluarga adalah tangging jawabnya. Rasulullah bersabda, yang artinya, “Bertaqwalah kepada Allah dalam memperlakukan wanita. Sebab kamu mengambilnya dengan amanat Allah dan farjinya menjadi halal bagi kamu dengan kalimat Allah. (Menjadi) kewajiban kamu untuk memberi rizki dan pakaiannya dengan cara yang baik.” (HR.Muslim)
Dengan demikian, penghasilan dalam suatu keluarga memang diperlukan. Namun sebenarnya, tidak berarti belum kerja kemudian tidak boleh menikah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang artinya, “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamuyang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Surat An-Nur : 32)
Penghasilan bisa dicari setelah menikah. Yang pertama kali harus dilakukan adalah percaya dan yakin akan janji Allah pada firman-Nya di atas. Tak sedikit pemuda yang susah mencari kerja sebelum menikah, tapi setelah menikah ternyata banyak tawaran kerja dan peluang kerja.Sebagai persiapan sebelum menikah, kesungguhan dalam menuntut ilmu dunia agar kelak mudah mendapatkan penghidupan yang baik pula untuk dilakukan. Walaupun tak selamanya relevan, kuliah yang baik dan dan prestasi yang bagus masih merupakan suatu modal yang dapat diandalkan dalam mencari kerja. Bagaimana kalau kuliah sudah terlanjur tidak karuan ? Jika sudah begini perlu juga pegang prinsip bahwa pekerjaan kelak tidak harus sesuai dengan bidang yang dipelajari saat ini. Banyak yang dapat rejeki lumayan dari bekerja dalam suatu bidang yang dulu tidak pernal dipelajari dalam jenjang pendidikan formal.Persiapan lain yang bisa dilakukan adalah kuliah sambil kerja. Sembari menabung, juga bisa untuk jaga-jaga apabila ketika lulus nanti tidak langsung diterima bekerja sesuai bidang yang dipelajari.

2. Belum Lulus
Berbeda dengan yang pertama, masalah yang satu ini bisa menjadi penghalang bagi pihak pemuda dan pemudi. Mungkin seseorang sudah bekerja atau sudah punya prinsip untuk mencari kerja setelah menikah namun ia ragu untuk menikah gara-gara belumlulus kuliah. Bisa jadi pula yang punya alasan seperti ini sang pemudi pujaan hatinya. Bayangan kuliah sambil menikah baginya tampak menyeramkan. Kuliah sambil mengurus diri sendiri saja sudah repot apalagi jika harus ditambah tanggung jawab mengurus orang lain. Ditambah kalau si buah hati sudah lahir dan belum juga lulus kuliah, tampaknya akan tambah repot.
Sebenarnya, menikah tidaklah selalu mengganggu kuliah. Malahan hadirnya pendamping hidup baru bisa menambah semangat utuk belajar. Bisa jadi, sebelum menikah malas-malasan belajarnya, ketika sudah menikah malah tambah semangat dan tambah rajin untuk belajar. Tidak sedikit yang mengalami perubahan demikian, apalagi secara peraturan akademik seorang mahasiswa sudah diperbolehkan untuk menikah. Seorang mahasiswa sudah tidak dianggap ABG (Anak Baru Gede) lagi, tapi AUG (Anak Udah Gede) alias sudah dewasa. Seorang yang sudah dewasa dianggap sudah bisa bertanggung jawab apa yang menjadi pilihan hidupnya.
Memang benar untuk tetap mengadakan persiapan jika mengambil jalan menikah di saat masih kuliah. Yang pertama harus disadari adalah bahwa hidup berkeluarga adalah berbeda dengan hidup sendirian. Tidak pantas jika orang yang sudah menikah tetap bebas, lepas, menelantarkan keluarganya sebagaimana dulu bisa ia lakukan ketika masih lajang. Orang yang menikah sambil kuliah juga harus pandai-pandai mengatur waktu antara tanggung jawabnya dalam keluarga dan dalam belajar. Selain waktu, manajemen pemikiran juga solid, karena begitu menikah masalah-masalah dulu yang belum ada mendadak bermunculan secara serentak. Bagaimana memahami pasangan hidup baru, bagaimana jika hamil dan melahirkan, bagaimana mendidik anak, bagaimana mencari rumah -nebeng mertua atau cari kontrakan-, bagaimana bersikap kepada mertua, tetangga dan lain-lain, apalagi masih harus memikirkan pelajaran.Pusing….? Semoga tidak. Sebenarnya menikah sambil kuliah bisa disiapkan sejak hari ini, bahkan juga sudah sejak SD. Modal awalnya adalah manajemen diri sendiri. Ketika seorang sudah sejak dahulu berlatih untuk hidup mandiri, akan mudah baginya untuk hidup berkeluarga. Misalnya saja sudah sejak SD bisa mencuci pakaian dan piring sendiri, mengatur waktu belajar, berorganisasi, dan bermain, mengatur keuangan sendiri, dan sebagainya. Kesiapan juga bisa diraih jika seseorang biasa menghadapi dan memecahkan problem hidupnya. Karena itu perlu organisasi dan bersaudara dengan orang lain, saling mengenal, memahami orang lain dan membantu kesulitannya.

3. Belum Cocok
Mungkin pula sudah lulus, sudah kerja, sudah berusaha cari calon pasangan tapi merasa belum menemukan pasangan yang cocok, sehingga belum jadi menikah pula, padahal sudah hampir tidak tahan ! Ini juga merupakan masalah yang bisa datang dari kedua belah pihak, baik pihak pemuda maupun pemudi. Kecocokan memang diperlukan. yang jadi pertimbangan dasar dan awal tetntu saja faktor agama, yaitu aqidah dan akhlaknya. Allah berfirman, yang artinya :“Mereka (perrempuan-perempuan mukmin) tidak halal bagi laki-laki kafir. Dan laki-laki kafir pun tidak halal bagi mereka.” (Al-Mumtahanah : 10)Rasulullah juga bersabda, “Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung).” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain)Keadaan yang lain adalah nomor dua setelah pertimbangan agama. Namun kebanyakan di sinilah ketidakcocokannya. Sudah dapat yang agamanya bagus tapi kok nggak cocok pekerjaannya, nggak cocok latar belakang pendidikannya, nggak cocok hobinya, warna matanya kok begitu, pakai kacamata, kok hidungnya…dan lain-lain.Kalau mau mencari kekurangan tiap orang pasti punya kekurangan karena tidak ada manusia yang diciptakan secara sempurna. Sudah cantik, kaya, keturunan bangsawan, pandai, rajin, keibuan, penyayang, tidak pernah berbuat salah.
Ketika seorang pemuda atau pemudi sudah mau menikah, memang seharusnya cari tahu dulu tentang calon pasangan hidupnya ke sahabatnya, saudaranya atau ustadznya, atau yang lainnya, baik kelebihan maupu kekurangannya. Jika sudah tahu, tanyakan pada diri sendiri, apakah bisa menerima dan memaklumi kekurangan serta kelebihan si dia. Rasulullah bersabda, yang artinya,“Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan. Bila dia membencinya dari satu sisi, tapi akan menyayang dari sisi lain.” (HR.Muslim)
Jadi, jangan hanya melihat kekurangannya saja, tapi juga perlu melihat kelebihannya. Ketika kekurangan sudah bisa diterima, kelebihan akan lebih bisa menimbulkan perasaan suka. Karea itu, jangan sampai sulit nikah karena dibikin sendiri.

4. Belum Mantap
Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi, baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit yang beralasan belum mantap, ketika ditelusuri larinya juga menuju ketiga masalah ‘belum’ di atas.
Namun ada juga yang belum mantap karena memang merasa persiapan dirinya kurang baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Orang seperti ini malah tidak memusingkan masalah ketiga ‘belum’ di atas, karena memang dia merasa belum siap dan belum mampu.Solusinya tidak lain adalah mementapkan dan mempersiapkan diri. Hal ini bisa ditempuh lewat menuntut ilmu tentang pernikahan, dan keluarga, baik dengan menghadiri pengajian, yang membahas masalah tersebut atau dengan membaca buku-buku mengenainya. Penting pula untuk menimba pengalaman kepada orang yang sudah menikah, karena kadang-kadang buku-buku dan ceramah ilmiah dan formal tidak membahas masalah praktis yang detail yang diperlukan agar siap menikah.

Sumber : Majalah El-Fata Edisi 11 Th.I/2001/1422 hal.16-19 /

Friday, 3 April 2015

# SMS Taujih Nasihat Keren-keren 


 
# Nabi Muhammad Saw:  3 Do'a yang Mustajab (dikabulkannya Do'a):

    1. Do'a Orang yang teraniaya;
    2. Do'a Orang yang yang dalam perjalanan;
    3. Do'a Orang tua untuk Anaknya
    (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad SAW.: Tidak boleh iri kpd Seseorang, kecuali kepada 2 Hal:

    1. Kepada seorang yang telah diberi Allah ( Hafalan) Alqur'an hingga ia Membacanya
       Siang dan Malam;
    2. Kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta
       itu siang & malam di Jalan Allah.
    (HR, Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Sebaik-baik hari ialah hari Jum'at, karena pada hari itulah Adam a.s.  diciptakan, pada hari itu pula ia dimasukan Surga & dikeluarkan darinya. (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: "Diantara tanda kebaikan Islam Seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Sungguh beruntung orang yang telah diberikan petunjuk Islam, diberi Rizky yang sekedar mencukupinya & ia Pun Ridha Menerimanya. ( HR. Ibnu Majah)

# Nabi Muhammad Saw: Hari Jum'at adalah dua belas jam. Di dalamnya terdapat satu waktu dimana tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada sat itu, meliankan Allah akan Mengabulkannya. Maka carilah ia pada saat-saat terakhir setelah pada Shalat Ashar.   (HR, An-Nasa'i)

# Nabi Muhammad Saw: Barang siapa memudahkan orang yang dalam kesulitan, Niscaya Allah akan memudahkan untuknya urusan Dunia & Akhirat, ( HR. Abu Dawud)

# Via PKPU: "Silaturahim Dapat membersihkan amalan, memperbanyak Harta, menghindarkan Bala', Mempermudah hisab; (dihari kiamat) & menunda Ajal tiba. (#jabat erat dr PKPU)

# Nabi Muhammad Saw: Jika seseorang menyebut nama Allah SWT, ketika mau masuk rumahnya & ketika mau makan, maka setan berkata: "kita tidak bisa menginap & makan bersamanya. (HR. Abu Daud)

# Nabi Muhammad Saw: Laksanakanlah Sholat sunah dirumah kalian, dan janganlah kalian jadikan rumah kalian itu seperti kuburan. (HR.Muslim)

# PKPU (Salam PKPU): Tiga amal abadi: 
  1. Cara untuk membawa mati harta dengan menyedekahkannya;
  2. Cara untuk membawa mati Ilmu dengan memanfaatkannya;
  3. Cara untuk membawa mati Anak dngan Menyolehkannya.

# Ustadz. Redza Kusuma : Waspadai 15 Tanda Lemahnya Iman:
  1. Putusnya hubungan kepada Allah SWT.
  2. Ringan & Gampang meninggalkan Sunnah-sunah Nabi.
  3. Akhirat tidak lagi menarik bagi hatinya.
  4. Tubuh Sulit digerakkan menuju Ibadah.
  5. Hilangnya kemampuan mengapresiasi kebaikan (tidak ada minat)
  6. Sulit merasakan kelezatan dalam ketaatan kpd Allah SWT.
  7. Mudah mengiyakan ajakan bermaksiat.
  8. Cenderung tidak Produktif dalam mengoptimalkan waktu.
  9. Sering berdusta ( Berbohong Alias Ngapusi)
  10. Tidak merasa cemburu melihat prestasi orang lain.
  11. Rindu mengulangi Dosa
  12. Hati tidak Peka atas kemungkaran (Keburukan) yang terjadi
  13. Gembira melihat kesulitan saudaranya
  14. Sering Berprasangka buruk kepada Allah SWT (Menyalahkan Allah SWT)
  15. Tidak Lagi Tertawan (Kumpul, gembul Alias Nimbrung) dengan Lingkungan orang-orang Saleh.




# Dari Aisyah R.A. : " Orang yang mahir membaca Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan baik Orang Yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata, ia mendapat dua Pahala", (HR. Bukhari Muslim).

# Nabi Muhammad Saw: Penghuni Neraka yang paling ringan siksaannya ialah seseorang yang kedua telapak kakinya dipakaikan sandal kemudian otaknya mendidih. (HR. Bukhari)

# Nabi Muhammad Saw: Takutlah kamu do'a orang yang terzdalimi, sebab antara do'anya dengan Allah tidak ada hijab <yang akan menghalanginya> (HR.Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan dalam catatan amalnya istighfar yang banyak. (HR. Ibnu Majah).

# Nabi Muhammad Saw: Ketahuilah bahwa orang yang bertasbih sebanyak 100X, maka akan dicatat untuknya 1000 kebaikan & dihapus untuknya 1000 kesalahan, (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Berbahagialah oranga yang tersibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain. (HR. Bazzar)

# Nabi Muhammad Saw: Orang yang Mengajarkan kebaikan akan dimintakan ampun oleh segala sesuatu, bahkan Oleh ikan-ikan yang ada dilautan. (HR. Thabrani)

# Nabi Muhammad Saw: Tidaklah seseorang yang beriman terkena musibah dibadannya & Menyakitinya kecuali Allah SWT jadikan sebagai penghapus keburukan-keburukannya. (HR.Ahmad)

# Nabi Muhammad Saw: Baranag siapa yang Bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah SWT. akan bershalawat (memberinya Rahmat) Sebanyak Sepuluh kali. (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Ada sekelompok kaum yang keluar dari neraka karena syafaatku, lalu mereka masuk surga & mereka diberi nama Jahanamiyun <Mantan penghuni neraka jahanam> (HR. Bukhari)

# Nabi Muhammad Saw: Aku adalah orang pertama yang memebri syafaat (untuk masuk) ke surga, dan aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Barang siapa yang menanam tanaman, kemudian sebagiannya dimakan oleh burung, atau hewan lain, maka baginya pahala sedekah (HR. Ahmad)

# Nabi Muhammad Saw: Sessungguhnya ruh orang yang beriman adalah seperti burung-burung yang bergelantungan dipohon surga, hingga Allah kirimkan ke jasadnya pada hari kiamat. (HR. Ahmad)

# Aisyah Ra: Wahai Rasulullah, aku punya 2 tetangga, manakah yang lebih aku beri hadiah dahulu? beliau Bersabda : yang lebih dekat dengan pintu rumahmu. (HR Bukahri)

# Nabi Muhammad Saw: Janganlah kamu marah, maka kamu akan mendapatkan surga. (HR. Thabrani)

# Nabi Muhammad Saw: BarangSiapa menimpakan kesulitan kepada orang lain, maka Allah akan menimpakan kesempitan untuknya. (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Tidak HAlal bagi seorang mukmin untuk tidak bersapaan dengan saudaranya (sesama Muslim) lebih dari tiga kali (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Manusia Akan lanjut Usia, namun ada 2 yang tidak pernah pudar dalam diri manusia, keinginan terhadap Harta & panjang angan-angan (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Apabila perzinaan & Riba telah merebak disuatu masyarakat maka mereka telah membiarkan siksaan Allah melanda diri mereka. (HR. Hakim)

# Via PKPU: Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya beliau memakannya, jika tidak beliau meninggalkannya. (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Barang siapa mempertahankan nama baik saudaranya yang saat itu tidak ada disisinya maka benar Allah akan membebaskannya dari neraka (HR. Ahmad)

# Nabi Muhammad Saw: Jiwa Seorang yang beriman tergantung pada hutangnya hingga hutang tersebut ditunaikan untuknya (HR. Ibnu Majah).

# Nabi Muhammad Saw: Tidak ada Jiwa yang bebas dari hasad, hanya saja orang yang mulia dapat menyembunyikannya, sedangkan orang yang hina menampakkannya. (Ibnu Taimiyah)

# Nabi Muhammad Saw: Semoga Allah SWT melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan melaknat wanita yang menyerupai laki-laki. (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Shalat tidak akan Diterima tanpa bersuci, dan sedekah tidak akan diterima jika berasal dari harta yang Haram (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Apabila Kalian meminta kepada Allah, maka mintalah Surga Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus itu merupakan Rahasianya Surga. (HR. Thabrani)


# Nabi Muhammad Saw: Lihatlah kepada orang yang ada dbawahmu, dan jangan melihat kepada orang yang ada diatasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah (HR. Ahmad)

# Nabi Muhammad Saw: Barang siapa memberi kelonggaran kpd orang yg berhutang kepadanya / menghapuskannya, maka pada hari kiamat ia akan berada dibawah naungan arsy (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Amalan yang dicintai Allah adalah ketika kamu meninggal dunia pada saat lisan kamu basah dengan dzikir kepada Allah (HR. Ibnu Hibban)

# Ibnu Abbas: Jika menjenguk orang sakit, Nabi Saw berkata: Laa Ba'sa thohuurun InsyaAllah (Tidak apa2, pembersih Dosa, InsyaAllah). (HR. Bukhari)

# Nabi Muhammad Saw: Seorang anak tergadai oleh akikahnya, pada hari Ke-7, kambing akikah disembelih, anak itu diberi nama & rambutnya dicukur. (HR. Hakim)

# Nabi Muhammad Saw: Baramh siapa bertasyabbuh (mengikuti/tradisi dengan suatu kaum, maka ia bagian dari mereka (HR. Abu Dawud)

# Nabi Muhammad Saw: Do'a kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan Mengatakan: Aku telah berdo'a Namun tidak kunjung dikabulkan (HR. Bukhari).

# Nabi Muhammad Saw: Do'a adalah ibadah, tuhan kalian berfirman:"Bedo'alah kepadaku, Niscaya akan kuperkenankan Bagimu (HR. Abu Dawud)

# Nabi Muhammad Saw: keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia bersujud, maka perbanyaklah berdo'a >ketika Sujud<. (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Tidak Ada yang dapat mencegah takdir kecuali dengan do'a dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebajikan. (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Tidaklah Manusia dibenamkan wajah mereka ke dalam api neraka, melainkan karena hasil perbuatan Lisan mereka. (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Sesungguhnya Allah, Malaikat, Penghuni Langit & Bumi, akan bershalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada Manusia. (HR. Timidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Barangsiapa yang cintanya kepada selain Allah lebih mendominasi, berarti hatinya sakit (Ibnu Qudamah Al-Maqdisy)

# Aun Bin Abdillah : Dunia & Akhirat didalam hati bagaikan 2 sisi timbangan, Jika sisi salahsatunya lebih berat, maka sisi lainnya akan lebih ringan.

# Nabi Muhammad Saw: Ulangilah hafalan Al-Qur'an kalian, karena AL-Qur'an lebih cepat dilupakan dari dada setiap orang daripada binatang yang lepas dari ikatannya. (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Barang siapa yang tertimpa kemiskinan lalu ia memohon kepada Allah, maka Allah akan memberikan rezeki baginya, baik cepat maupun lambat. (HR Tirmidzi)

# Syaikh Ahmad Farid: Jika engkau ingin mengetahui kedudukanmu disisi Allah, maka lihatlah amal perbuatanmu.

# Nabi Muhammad Saw: Ummatku pada Hari kiamat akan ada tanda putih bekas sujudnya, tanda itu bercahaya dari bekas Wudhunya. (HR Tirmidzi)

# Umar bin Khatab RA.: Jika engkau melihat seseorang menyia-nyiakan sholat, maka demi Allah, ia akan menyia-nyiakan yang lain.

# Nabi Muhammad Saw: Kerjakanlah puasa yang paling Utama: Puasa Daud AS., yaitu berpuasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari. (HR. Nasa'i)

# Hasan Basri : ilmu bukan diukur seberapa banyak kitamenambah hafalan, akan tetapi ilmu yang hakiki adalah bagaiman engkau semakin takut dengan Allah.

# Masjid Al-Irsyad: Mari kita selalu perbanyak amal kebajikan, karena: "Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa Perbuatan2 yang buruk". (QS. Hud: 114)

# Nabi Muhammad Saw: Saling memberi maaflah antar sesama kalian, niscaya kedengkian akan hilang. (HR. Imam Malik- kitab Al Muwaththa')

# Nabi Muhammad Saw: Allah memiliki 100 rahmat. 1 Rahmat seluruh makhluk agar berkasih sayang sesama (didunia) , dan yang 99 dipersiapkan untuk hari kiamat  kelak (HR. Muslim)

# Nabi Muhammad Saw: Janganlah kamu kikir untuk bersedekah, sehingga Allah akan mempersempit Rezekinya Untukmu (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: SEorang Mukmin adalah orang yang mulia lagi dermawan, sedangkan seorang durhaka adalah orang yang tercela lagi berperangai jelek. (HR. Tirmidzi)

# Nabi Muhammad Saw: Jika Seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dengan niat mengharap pahala, maka baginya hal itu adalah sedekah. (HR. Bukhari)

# Kisah Ashabul Kahfi: Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka (QS. Al-Kahfi: 13)

# Do'a Ashabul Kahfi: Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisimu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus  bagi kami dalam urusan kami (QS. AL-Kahfi:10)

# Nabi Muhammad Saw: Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam jum'at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dia dan ka'bah (HR. Darimi)

# Nabi Muhammad Saw: Kebanyakan siksa yang terjadi di alam kubur adalah disebabkan karena kencing (tidak dicuci bersih). (HR. Ibnu Majah)

# Nabi Muhammad Saw: Sesungguhnya Syetan benar2 putus asa untuk dapat disembah oleh orang2 yang sholat, akan tetapi ia berusaha menyebarkan permusuhan diantara mereka. (HR. Tirmidzi)


Sumber SMS Taujih:
1. Masjid Al-Irsyad Surabaya
2. PKPU SMS Center
3. Ustadz-Ustadz Kondang